Lebih dari seribu orang menghadiri upacara pembukaan perayaan 150 tahun Paroki Hati Kudus, paroki pertama di keuskupan agung Karachi, Pakistan.
Uskup Agung Karachi Mgr Evarist Pinto dan delapan imam merayakan Ekaristi pada 18 September untuk membuka tahun yubileum itu.
Prelatus itu kemudian dipersilahkan memotong kue, dan pertunjukan kembang api dilakukan di luar gereja paroki yang dibangun tahun 1862.
“Paroki ini melayani sebagai pintu gerbang para misionaris dan umat beriman dari berbagai negara dan budaya. Kalian hendaknya mengatasi semua batas-batas bahasa dan membentuk satu keluarga umat beriman,” katanya kepada hadirin.
Para Yesuit dari Jerman, Spanyol, Italia dan Amerika memulai misi di Karachi, kemudian sebagian dari keuskupan agung Bombay di India. Orang Eropa dan Anglo-India merupakan umat paroki pertama.
Karachi menjadi sebuah keuskupan agung tahun 1950 dan dimekarkan menjadi keuskupan Hyderabad delapan tahun kemudian. Keuskupan itu memiliki 1.151.319 umat Katolik di 15 paroki. Delapan diantara 29 imam diosesan berasal dari keturunan Goa.
Pastor Inderias Rehmat, kepala paroki Hati Kudus, mengatakan umat paroki secara sosial menurun, seiring dengan perjalanan waktu.
“Orang Goa dididik berdagang dan meninggalkan negeri itu secara perlahan untuk mendapat kesempatan yang lebih baik. Kebanyakan dari 150 keluarga di paroki itu kini sebagai buruh dan pekerja kebersihan,” katanya.
Gereja Hati Kudus dibangun dua kali setelah bangunan kayu terbakar tahun 1969 akibat hubungan arus pendek dan diserang tahun 1992 oleh gerombolan massa 5.000 orang.
Sumber: Karachi’s oldest parish turn 150, http://www.cathnewsindonesia.com/2011/09/17/sekilas-tentang-film-romo-kanjeng/, http://www.cathnewsindonesia.com/2011/09/21/paroki-tertua-pakistan-rayakan-150-tahun/